December 15, 2016

Pertamina Mulai Sosialisasi Konversi Gas 3Kg KE gas Pink 5,5 Kg

PT Pertamina Marketing Operation Region (MOR) IV Jateng-DIY kembali menyosialisasikan elpiji bright gas 5,5 kg, di Semarang (Rabu (14/12/16). Kampanye bertujuan untuk mengganti penggunaan tabung gas elpiji 3 kg ke bright gas 5,5 kg.



Pendekatan dilakukan dengan menggelar lomba memasak bersama para ibu PKK dari 6 Kecamatan di Kota Semarang. Manajer Domestik Gas Area IV PT Pertamina Regional Jateng DIY Pierre J Wauran mengatakan, dalam sosialisasi kali ini juga untuk membantu pemerintah mengembangkan potensi ibu rumah tangga dalam memasak.

Ia menambahkan di Jawa Tengah sudah ada 11 Kabupaten Kota Yang sudah menggunakan Bright Gas diantaranya Kota Semarang, Kab Semarang, kota Salatiga, Kab Pati,Blora, Kota Solo, Kab karanganyar Kota Tegal, Kab Tegal, Kab batang, Pekalongan dan Kendal.

“Untuk Kota Semarang merupakan percontohan dari kota kota di seluruh Indonesia untuk penggunaan bright gas 5,5 kg,” tukasnya.

Lebih jauh, dikatakan konsumsi bright gas di Kota Semarang mencapai 11 ribu tabung. Dan ditargetkan dalam sebulan konsumsi penggunaan bright gas sebanyak 150 ribu tabung.

Harga bright gas 5,5 kg Rp 321.500, dan Rp 57.500 untuk kemasan isi ulang. Masyarakat diharapkan bisa menukarkan gas ukuran 3 kg dengan biaya konversi Rp 100 ribu untuk setiap tabungnya.


Pertamina Bakal Keluarkan Elpiji 3 Kg Nonsubsidi di 2017



PT Pertamina (Persero) akan mengeluarkan elpiji 3 Kilogram (Kg) nonsubsidi subsidi tahun depan. Hal itu dikatakan Direktur Marketing Pertamina M Iskandar.

Menurut dia, hal ini dilakukan lantaran pada saat pemerintah menerapkan subsidi elpiji 3 Kg dengan mekanisme tertutup di 2017. Hal ini akan membuat masyarakat yang biasa menggunakan elpiji 3 Kg tidak bisa menggunakannya elpiji itu lagi karena hanya untuk yang mendapatkan subsidi.

"Kalau pemerintah terapkan subsidi tertutup, kita akan segera siapkan (elpiji 3 Kg Non-subsidi) percepatan untuk itu. Karena kan ada masyarakat yang tidak dapat," kata Iskandar di Hotel Ritz Carlton, SCBD, Jakarta, Rabu (14/12/2016).

Iskandar menjelaskan, perusahaan pelat merah ini memang merencanakan mengeluarkan produk elpiji 3 Kg nonsubsidi pada bulan Maret atau April 2017. Elpiji 3 Kg nonsubsidi ini akan menyasar masyarakat yang memang sudah terbiasa menggunakan elpiji 3 Kg bersubsidi.

"Kita kan planning Maret April. Kalau pemerintah terapkan subsidi tertutup ya kita segera siapkan," jelas dia.

Selain perbedaan harganya, elpiji 3 Kg non-subsidi juga akan berbeda secara kemasan. Iskandar menyebutkan, elpiji 3 Kg nonsubsidi akan berbeda warnanya dengan elpiji 3 Kg bersubsidi saat ini.

"Bedanya di warna," ujar dia.

Lebih lanjut, meskipun sudah direncanakan akan mengeluarkan produk baru tersebut tahun depan, Iskandar belum bisa merinci harga dan volume pasti Elpiji 3 Kg non-subsidi ketika peluncuran (launching).

"Terus terang belum hitung. (Harga) Keekonomian, tinggal lihat bright gas saja," pungkas dia.


Bright Gas 5.5kg ini menawarkan tiga kelebihan bagi konsumen. Pertama, lebih aman dengan fitur katup ganda yang mengadopsi teknologi Double Spindle Valve System (DSVS) sehingga 2 kali lebih aman dalam men­cegah kebocoran pada kepala tabung. Kedua, fitur keamanan diperkuat dengan adanya tambahan segel resmi Pertamina yang dilengkapi dengan hologram fitur OCS (Optical Color Switch) yang telah memperoleh paten dan tidak dapat dipalsukan. Fitur ini hampir sama dengan teknologi yang digunakan dalam benang pengaman uang kertas dan dokumen-dokumen berharga lainnya. Ketiga, konsumen di Bandung dan sekitarnya dapat me­mesan Bright Gas 5,5 kg melalui layanan terpusat di Contact Pertamina 500-000 (di­awali dengan kode area setempat).

Pembelian perdana ta­­bung Bright Gas 5,5 kg di wilayah Bandung di­banderol dengan harga Rp.297.500 dengan perincian Rp.240.000 untuk tabung, dan Rp.57.500 untuk isi. Untuk memper­mudah masyarakat membeli tabung perdana Bright Gas 5,5 kg, Pertamina juga me­nyediakan program penu­karan tabung Elpiji  3 kg kosong ke Bright Gas 5,5 kg, dengan  perincian  tukar dengan 2 buah tabung LPG 3 kg, bayar ekstra Rp. 99.500 serta tukar dengan 1 buah tabung Elpiji 3 kg, bayar ekstra Rp. 208.500.

“Peluncuran Bright Gas 5,5 kg di wilayah Bandung akan menjadi solusi yang sesuai bagi konsumen yang membutuhkan kepraktisan dan harga yang lebih ter­jangkau. Segmentasi kami adalah wanita karier, ibu ru­mah tangga yang dinamis, atau keluarga kecil maupun peng­huni apartemen yang memiliki kebiasaan memasak dalam frekuensi yang lebih se­dikit. Tentunya produk ini juga sesuai dengan UKM di bidang food & beverage. Bright Gas 5,5 kg bisa di­peroleh di agen-agen ter­de­kat atau melalui Contact Pertamina 500-000. Mudah-mudahan inovasi terbaru kami ini disambut baik oleh masyarakat Bandung,” ujar Arie Anggoro.•


Maret 2017, Pemerintah Terapkan Subsidi Langsung Elpiji 3 Kg


Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral akan menerapkan subsidi langsung LPG tiga kilogram, yang dilakukan secara bertahap mulai Maret 2017. Setiap keluarga miskin akan mendapat jatah tiga tabung Liquid Petroleum Gas, atau elpiji tiga kilogram per bulan.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, IGN Wiratmaja Puja mengatakan, pelaksanaan subsidi langsung elpiji 3 kg untuk masyarakat miskin dan rentan miskin. Kementerian ESDM bekerja sama, dengan Kementerian Sosial, terkait pendataan dan pembagian kartu kepada masyarakat yang berhak.

“Kita akan menggunakan skema subsidi langsung, bekerja sama dengan Kementerian Sosial. Jadi, keluarga yang berhak dapat satu kartu, yang nantinya dapat jatah elpiji 3 kg sebanyak tiga tabung per bulan. Kalau usaha mikro (dapat) sembilan tabung,”  ujar Wiratmaja seperti dikutip dari situs Kementerian ESDM, Jumat 6 Januari 2017.

Dijelaskan Wirat, kartu yang diberikan untuk masyarakat miskin tersebut, tidak dikhususkan untuk pembelian elpiji 3 kg, melainkan untuk program bantuan khusus lainnya yang tengah dijalankan Pemerintah. Lokasi penerapan program ini, akan dimulai di pulau-pulau.

Agar pelaksanaan program berjalan lancar, Kementerian ESDM melakukan diskusi yang intensif dengan Kementerian Sosial. Pada saat ini, Kementerian Sosial telah menyebarkan sekitar 800 ribu kartu.

Kementerian Sosial akan meneliti daerah mana yang paling siap untuk penerapan subsidi langsung elpiji 3 kg ini. Dalam pelaksanaan program ini, pemerintah bekerja sama dengan perbankan nasional seperti PT Bank Rakyat Indonesia Tbk, PT Bank Negara Indonesia Tbk dan PT Bank Mandiri Tbk.
“Sedang kita bahas, (daerah) mana yang paling siap. Kementerian Sosial sudah menyebarkan sekitar 800 ribu kartu juga,” ujar Wirat.

Direktur Jenderal Migas Kementerian ESDM I Gusti Nyoman Wiratmaja mengungkapkan, ini merupakan implementasi dari pelaksanaan distribusi tertutup elpiji bersubsidi yang dijadwalkan pada tahun ini.

Ia menjelaskan, nantinya setiap penerima kartu berhak menerima jatah tiga tabung per bulan. Sementara, pelaku usaha kecil dan menengah UKM) mendapatkan jatah sembilan tabung elpiji per bulan. Namun demikian, kartu ini tak hanya digunakan untuk membeli elpiji, namun juga membeli kebutuhan pokok lain, seperti beras.

Jika sukses, maka pembelian tabung elpiji bersubsidi dengan skema langsung ini segera dimulai pada Maret atau April mendatang, sesuai dengan target awal Kementerian ESDM.




references by radioidola, metrotvnews, pertamina,viva

 
Like us on Facebook